Posted on
Desember 14, 2008 by
CanMasagi
Problem solving bisa menjadi hal yang layak dinikmati di dunia komunitas open source. Dunia ini tidak pernah jauh dari hal yang bernama ngoprek (sunda), ngulik (boso jowo) ataupun kata lain yang mempunyai padanan yang sama. Salah satu hasil ngoprek bisa beragam, senyum puas, helaan nafas panjang ataupun geleng-geleng kepala sambil gigit bibir, bahkan mungkin rehat dulu sambil menghabiskan berbatang-batang rokok bagi smokers, bahkan bergelas-gelas kopi. Kalau kata Tukul selalu kembali ke LepTop. Para oprektor (tukang oprek) pasti kembali ke masalah yang menemui kegagalan. Buka-buka howto, googling dan yang paling jitu ketika menthok.. buka YM, PM Forum, SMS atau Say Hallo ke rekan dan sahabat di Forum Diskusi.
Seperti waktu itu ketika iseng-iseng ngoprek Fedora 10 ketika transit di Bandara Ngurah Rai Bali sewaktu perjalanan ke Maumere. Infrastruktur TIK di Bali khususnya di Bandara Ngurah Rai memang hebat, terutama dengan hadirnya HotSpot Telkom gratis yang cepat sekali. Namun sayang ngehotspot ini baru bisa dilakukan ketika rombongan sepakat untuk ngopi dan makan di kedai yang cukup populer di sepanjang jalan tol di P. Jawa. Ngobrol ngalor-ngidul sesekali ngebahas kerjaan yang masih tersisa atau untuk taun depan.
Untungnya meja yang dekat outlet PLN masih kosong dan segera rombongan menduduki tempat itu, lantas buka Tas LepTop, colokin adapter, start Fedora 10 yang masih kebilang fresh, login, iseng buka Yumex, install beberapa paket seperti brasero, lsb (karena picasa butuh ini), exaile, audacious lengkap dengan plugin nonfree macam mp3, flash-plugins dan terakhir Java JDK bikinan SUN Microsystem. Seperti biasa untuk instalasi JDK ini memakai primbon keluaran fedorasolved. Begitu sampai pada pembuatan path Java dengan membuat file sh di direktory /etc/profile.d/java.sh… tak terasa waktu tunggu transit mulai habis dan boss memerintahkan untuk segera bersiap… padahal skrip itu belum selesai. Yeah! Daripada ketinggalan kereta, secara refleks saya klik System > Shutdown. Lantas beres-beres lantas menuju ruang keberangkatan.
Setibanya di tujuan… Ternyata Fedora 10 ku yang susah payah di instalasi sewaktu di Bali gak bisa masuk ke jendela login, bahkan username ku hilang, log in sebegai root pun tidak bisa. Lebih komplit lagi, setelah saya jalankan prosedur safe mode dengan melakukan booting emergency, memijit tombol mananpun begitu masuk booting screen, lantas pijit a, dilanjutkan dengan memasukkan perintah kernel -s, semua perintah bash gak bisa dieksekusi dan error semua. Panik! Jelas karena semua bahan buat kegiatan seminar Rabu nanti ada di situ. Mana di Maumere itu tidak ada sebuah hot spotpun tersedia di manapun, maklum belum punya HSDPA modem. Jadi mengandalkan hotspot gratisan seperti di Bali he… he… he… Lantas langkah pamungkas, kutulis keluhanku lewat SMS ke Kang Ibenk rekan seperjuangan di Fedora ID. Tanpa diduga beliau langsung telefon dan menanyakan hal yang kualami, lantas kuutarakan saja apa yang barusan dialami seputar error akibat konfigurasi yang tidak selesai. Solusi dicoba dan Binggo! Fedora 10 ku normal kembali! Wuihhh THX beraaaat Kang Ibenk!
Jadi ada beberapa hal yang musti dipegang dan diingat, selesaikan konfigurasi bagaimanapun kondisinya :-P, tetap cool dan cari informasi sebelum bertanya, kalo menthok thok (bisa aja salah satu trik jadi lupa kala panik he.. he…), kontak rekan-rekan di forum, siapa tahu dari obrolan ada sesuatu yang kita lupa karena panik itu loch! Terutama buat newbie yang panikan macam sayah
. Mudah-mudahan tidak lupa, tulis temuan baru hasil diskusi supaya bisa menolong yang lainnya.